Sushi dan kimbap adalah dua hidangan berbasis nasi gulung yang sering dibandingkan karena tampilan mereka yang mirip. Keduanya dibuat dengan bahan utama berupa nasi dan nori (rumput laut), lalu digulung bersama isian lainnya. Namun, meskipun terlihat serupa, sushi dan kimbap memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam hal asal-usul, bahan, teknik pembuatan, hingga cita rasa.

Berikut adalah beberapa Perbedaan antara sushi dan kimbap dari korea dan jepang.

1. Asal-Usul dan Sejarah

Sushi berasal dari Jepang dan memiliki sejarah panjang yang berawal dari metode pengawetan ikan di Asia Tenggara. Sushi modern berkembang dari zaman Edo, di mana ikan mentah disajikan dengan nasi yang diberi cuka untuk menambah cita rasa dan daya tahan. Sejak saat itu, sushi menjadi makanan khas Jepang yang berkembang dengan berbagai variasi, seperti nigiri, maki, dan sashimi.

Sementara itu, kimbap berasal dari Korea dan memiliki pengaruh dari sushi Jepang. Makanan ini mulai populer pada abad ke-20 setelah Korea mengalami kolonisasi Jepang. Namun, kimbap berkembang dengan identitasnya sendiri dan menjadi makanan khas Korea yang sering dikonsumsi sebagai bekal atau makanan ringan.

2. Nasi yang Digunakan

Perbedaan utama antara sushi dan kimbap terletak pada cara pengolahan nasinya.

  • Sushi nasi ini memiliki rasa sedikit asam yang menjadi ciri khas sushi.

  • Kimbap menggunakan nasi yang dicampur dengan minyak wijen dan garam, memberikan rasa gurih dan sedikit manis.

Perbedaan ini membuat cita rasa dasar dari kedua makanan ini cukup berbeda.

3. Isian dan Bahan Tambahan

Isian dalam sushi dan kimbap juga memiliki perbedaan yang mencolok.

  • Sushi biasanya berisi ikan mentah seperti salmon, tuna, atau belut, serta makanan laut lain seperti kepiting dan telur ikan. Beberapa varian juga menggunakan sayuran, telur, atau bahkan daging yang dimasak, tetapi tetap mempertahankan rasa yang ringan dan segar.

  • Kimbap lebih sering diisi dengan bahan yang telah dimasak atau diasinkan, seperti daging sapi bulgogi, kepiting imitasi, telur dadar, bayam, wortel, dan lobak kuning. Tidak seperti sushi, kimbap hampir tidak pernah menggunakan ikan mentah sebagai isian.

4. Teknik dan Cara Penyajian

Meskipun cara menggulung sushi dan kimbap serupa, ada perbedaan dalam teknik pembuatannya:

  • Sushi sering kali dibuat dalam porsi kecil dan dipotong menjadi gulungan kecil. Selain makizushi (sushi gulung), ada juga nigiri (irisan ikan mentah di atas nasi) dan temaki (sushi berbentuk kerucut). Sushi biasanya disajikan dengan kecap asin, wasabi, dan acar jahe.

  • Kimbap dibuat dalam gulungan yang lebih panjang dan lebih besar dibandingkan sushi. Potongan kimbap juga lebih besar, karena biasanya dimakan dalam satu gigitan besar. Kimbap sering disajikan tanpa kecap atau wasabi, tetapi bisa disantap dengan kimchi atau sup.

5. Cita Rasa

Karena perbedaan bumbu dan isiannya, sushi dan kimbap memiliki cita rasa yang berbeda:

  • Sushi memiliki rasa yang lebih ringan, dengan dominasi rasa asam dari cuka beras dan kesegaran ikan mentah.

  • Kimbap memiliki rasa yang lebih gurih dan sedikit manis karena penggunaan minyak wijen dan garam dalam nasinya.

6. Kapan dan Bagaimana Dimakan

  • Sushi biasanya dimakan sebagai hidangan utama di restoran atau acara spesial, dan sering dinikmati dengan sumpit.

  • Kimbap lebih sering dianggap sebagai makanan ringan atau bekal yang praktis, sehingga sering dimakan langsung dengan tangan saat piknik atau perjalanan.

Kesimpulan

Meskipun tampak mirip, sushi dan kimbap memiliki banyak perbedaan dalam hal rasa, bahan, dan cara penyajian. Sushi memiliki rasa lebih ringan dengan dominasi ikan mentah dan nasi berbumbu cuka, sementara kimbap lebih gurih dan kaya rasa dengan isian yang sudah dimasak.

Keduanya merupakan makanan khas dari masing-masing negara yang unik dan memiliki penggemarnya sendiri.